Tampilkan postingan dengan label Food. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Food. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Juni 2016

Candy Pop Lidah Kucing / Katetong

sumber:  http://www.blueband.co.id/
Next recipe....
Bahan - Bahan:
1. Bahan Utama
  • Blue Bland Cake and Cookie 500 gr
  • Gula halus 375 gr
  • Putih telur 150 gr
  • Kuning telur 1 butir
  • Tepung terigu serbaguna 500 gr
  • Baking powder 8 gr
2. Bahan DEKORASI
  • Cokelat masak pekat, lelehkan secukupnya 
  • Cokelat masak putih, lelehkan secukupnya
Langkah Penyajian:
  1. Kocok Blue Band Cake & Cookie, gula, dan kuning telur hingga lembut. Masukkan putih telur, kocok rata.
  2. Tambahkan tepung terigu dan baking powder, kocok rata.
  3. Masukkan adonan ke dalam plastik segitiga, lalu lubangi ujungnya.
  4. Di atas cetakan katetong yang telah diolesi Blue Band Cake & Cookie, semprotkan adonan katetong.
  5. Panggang di dalam oven panas bersuhu 180°C hingga matang. Angkat dan dinginkan.
  6. Masukkan cokelat untuk dekorasi ke dalam plastic segitiga. Lubangi ujungnya. Hias sesuai selera. Biarkan hingga cokelat mengeras sebelum menyimpan di dalam stoples.
  7. DEKORASI : Lelehkan cokelat dengan cara di tim. 
Sumber: Blue Band 

Candy Pop Kue Kacang

sumber:  http://www.blueband.co.id/
Next recipe....

Bahan - Bahan:

1. Bahan Utama 
  • Blue Band Cake and Cookie 250 gr
  • Selai kacang 300 gr
  • Gula halus 400 gr
  • Telur ayam 2 butir 
  • Tepung terigu serbaguna 300 gr 
  • Baking powder 1 sdt 
  • Kacang tanah kupas, sangrai, haluskan 150 gr 
2. Bahan Dekorasi 
  • Air jeruk Lemon 2 sdm 
  • Gula Halus 150 gr 
  • Pewarna makanan ungu, pink, kuning, dan hijau muda secukupnya 
  • Kacang tanah secukupnya
  • Putih Telur Ayam 1 butir
Langkah Penyajian:
  1. Kocok Blue Band Cake & Cookie, selai kacang, dan gula hingga lembut. Masukkan telur, kocok rata.
  2. Masukkan tepung, kacang, dan baking powder, aduk rata. Simpan di dalam lemari es selama 15 menit. 
  3. Pipihkan adonan lalu potong sesuai selera dengan menggunakan cookie cutter (lingkaran, bintang, kotak, dll). Panggang di dalam oven panas bersuhu 170°C hingga matang. Angkat. Dinginkan.
  4. DEKORASI ICING : Kocok putih telur dan air jeruk lemon hingga mengembang. Masukkan gula, kocok hingga kaku. Bagi adonan menjadi 4 lalu beri warna.
  5. Setelah cookie dingin, olesi permukaannya dengan icing lalu taruh kacang tanah diatasnya. Ulangi pada semua cookie. 
Sumber: Blue Band 

Candy Pop Kastengel


sumber:  http://www.blueband.co.id/
Next recipe....

Bahan - Bahan:
1. Bahan Utama  
  • Blue Band Cake and Cookie 125 gr 
  • Kuning Telur 2 butir 
  • Keju Edam (parut) 100 gr 
  • Keju Gauda (parut) 100 gr 
2. Bahan Ayak Bersama 
  • Tepung Terigu 150 gr 
  • Tepung Maizena 25 gr 
  • Baking Powder 1/4 sdt 
3. Bahan EGG WASH 
  • Telur 1 butir 
  • Susu Segar 1 sdm 
4. Bahan Kreasi Candy Pop 
  • Pewarna makanan 
  • White chocolate, tim hingga leleh 
  • Dark chocolate, tim hingga leleh Meises warna warni

Langkah Penyajian:
  1. Kocok Blue Band Cake and Cookie dan kuning telur hingga putih dan mengembang.
  2. Masukkan semua bahan, tambahkan 4 tetes pewarna makanan (optional), lalu aduk rata. Panaskan oven 180°C. Bungkus dengan plastik dan simpan dalam lemari es selama ± 30 menit.
  3. Cetak adonan dengan cetakan kastengel, olesi dengan egg wash. Panggang dalam oven panas bersuhu 180°C selama ± 25 menit.
  4. EGG WASH : Campur telur, dan susu segar. Aduk hingga merata. 
Sumber: Blue Band 

Candy Pop Snow

sumber:  http://www.blueband.co.id/
Next recipe.....
Bahan - Bahan: 
1. Bahan Utama 
  • Blue Band Cake and Cookie 200 gr 
  • Gula halus 70 gr 
  • Tepung terigu 200 gr 
  • Tepung maizena 50 gr 
  • Baking powder 1/4 sdt 
  • Keju Edam (parut) 75 gr 
  • Keju Cheddar (parut) 50 gr 
  • Kuning telur 2 butir Kacang kenari (cincang) 50 gr
2. Bahan Dekorasi 
  • Cokelat putih batangan 
  • Gula sprinkle warna-warni
Langkah Penyajian:
  1. Kocok Blue Band Cake and Cookie dan gula halus hingga putih dan mengembang.
  2. Campur tepung terigu, maizena, dan baking powder, ayak dan sisihkan.
  3. Tambahkan keju dan kuning telur ke dalam campuran Blue Band Cake and Cookie, kocok hingga merata.
  4. Masukkan campuran tepung dan kenari, aduk rata sebentar.
  5. Simpan adonan dalam kulkas selama +/- 30 menit.
  6. Lalu giling adonan setebal 6 mm dan cetak menggunakan cetakan bulan sabit.
  7. Tempatkan di atas loyang yang telah diolesi Blue Band Cake and Cookie dan dialasi kertas roti.
  8. Panggang dalam oven selama +/- 25 menit dengan suhu 175-180°C. Dinginkan.
  9. Dekorasi: Potong kecil-kecil cokelat putih, tempatkan dalam mangkok. Lelehkan cokelat dengan cara di-tim.
  10. Celupkan kue satu persatu ke dalam cokelat putih, tempatkan di atas loyang yang telah dialasi kertas roti yang bersih.
  11. Saat cokelat putih separuh membeku, taburkan serpihan gula warna-warni di atasnya dan diamkan hingga cokelat membeku.
Sumber: Blue Band 

Almond Celup Coklat Cookies

sumber:  http://www.blueband.co.id/
Humm,, bingung mau bikin camilan ringan atau lagi bingung cari resep buat ngisi toples lebaran? Sama dong, hehe. Berikut ini resep cookies yang enak dan gampang buatnya, sudah saya coba dan te-o-pe-be-ge-te hasilnya ^_^.

Bahan - Bahan:
  1. Blue Band Cake & Cookie 150 gr 
  2. Tepung terigu protein sedang 200 gr 
  3. Gula halus 50 gr 
  4. Almond (sangrai, cincang kasar) 75 gr 
  5. Kuning telur 2 butir 
  6. Trimist 3 sdm Cokelat masak pekat (tim hingga leleh) 100 gr
Langkah Penyajian:
  1. Kocok 100 gram margarin Blue Band Cake & Cookie dan gula halus hingga lembut. Aduk dengan sendok kayu.
  2. Tambahkan tepung terigu, aduk hingga rata.
  3. Masukkan almond sedikit demi sedikit.
  4. Gilas adonan setebal 0,5 cm. 
  5. Cetak bentuk bintang atau sesuai selera.Atur adonan di atas loyang bersemir margarin Blue Band Cake & Cookie. Panggang dalam oven dengan suhu 160ÂșC selama 30 menit. 
  6. Celupkan sebagian kukis ke dalam cokelat leleh, taburi dengan trimist. Sajikan. 
Sumber: Blue Band

Kamis, 24 Maret 2016

Ciri Khas Makanan Jawa

 
Moci moci!!! :D

Tulisan ini berawal dari peristiwa memalukan yang terjadi semalam, begadang tanpa alasan yang jelas, bangun kesiangan, nggak sempet makan banyak apalagi masak, hingga akhirnya sahur ditemani puing-puing wingko dan growol dari Pakde Senen. Sambil menunggu adzan shubuh, saya dan adik saya bercerita mengenai makanan khas Jawa yang pernah Mbah buat. Perhatian kami tertuju pada beberapa makanan nggak ringan-ringan amat (hehe) berbahan dasar singkong. Kreatif banget ya, dari satu singkong bisa jadi macem-macem makanan, ada gethuk, gatot, tiwul, lemet, binggel, cemplon, krecek telo, growol, lanting, ya, hanya itu yang saya tahu :D. Untuk memuaskan rasa penasaran saya, saya searching, kenapa singkong? Ada apa dengan singkong? Oh singkong, jawab singkong? Hemm...

Namun, karena keterbatasan saya sebagai manusia, mungkin juga karena saya mengetik kata kunci yang tidak tepat, saya hanya bisa berspekulasi. Berbekal kuota internet seadanya, saya berselancar di wikipedia. Berikut ini kurang lebih sejarahnya:

Menurut Haryono Rinardi dalam Politik Singkong Zaman Kolonial, singkong dibawa oleh Portugis masuk ke Indonesia (Maluku) sekitar abad ke-16. Singkong kemudian ditanam secara komersial di wilayah Indonesia pada sekitar tahun 1810. Butuh waktu lama bagi singkong untuk menyebar ke daerah lain, terutama ke Pulau Jawa, diperkirakan singkong kali pertama diperkenalkan di suatu kabupaten di Jawa Timur pada tahun 1852 hingga sekitar tahun 1875 konsumsi singkong di Jawa masih rendah.

Pada permulaan abad ke-20, konsumsi singkong meningkat pesat, pembudidayaannya meluas, terlebih rakyat diminta memperluas tanaman singkong mereka. Peningkatan penanaman singkong sejalan dengan pertumbuhan penduduk Pulau Jawa yang pesat dan produksi padi yang tertinggal di belakang pertumbuhan penduduk. “Singkong khususnya menjadi sumber pangan tambahan yang disukai,” tulis Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Nusantoro dalam Sejarah Nasional Indonesia V. Hingga saat ini, singkong telah menjadi salah satu bahan pangan yang utama, tidak saja di Indonesia tetapi juga di dunia. Bahkan Indonesia masuk dalam tiga negara penghasil singkong terbesar di dunia.

Itu bagus bukan? Singkong sebagai salah satu solusi, mengingat permasalahan pangan yang terjadi di Indonesia dengan persepsi masyarakat bahwa makanan pokok adalah beras, tingginya konsumsi terigu nasional, dan Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita diabetes dan obesitas terbesar se-Asia Tenggara. Beras yang menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia merupakan sumber pangan dengan kadar indeks glikemiks tertinggi no.2 setelah terigu dan salah satu pemicu kenaikan gula darah dalam waktu cepat (kurang lebih 2 jam). Hal tersebut berdampak buruk bagi penderita diabetes yang tidak dapat menghasilkan insulin dengan cepat untuk mengubah gula menjadi energi. Disisi lain, tepung terigu memiliki kandungan alumunium yang cukup tinggi (40%) dan mengakibatkan gangguan syaraf, pernafasan, hingga pembentukan tulang. Bahkan di China, tepung terigu dapat dikategorikan sebagai pembunuh besar rakyat China yang sekitar 32,5% rakyatnya kelebihan aluminium yang terdapat dalam tepung terigu. Sedangkan sumber karbohidrat lain seperti jagung, umbi-umbian, singkong, kentang, dsb memiliki rata-rata kandungan indeks glikemiks dibawah 50%.

Alhamdulillah, sahur seadanya ini ternyata lebih sehat, hehe, oya denger-denger growol bagus loh untuk pencernaan, nih ada referensinya: (Nugraheni, Mutiara. 2012. Potensi Makanan Fermentasi Sebagai Makanan Fungsuinal. Makalah Seminar Nasional FT UNY). Untuk manfaat singkong serta kandungan vitamin dan mineralnya bisa dibaca di jurnal ini nih: (Salvador et al. 2014. Production, Consumption, and Nutritional Value of Cassava in Mozambique: an overview. Journal of Agricultural, Biotechnology, and Sustainable Development vol.6(3) pp29-38 June 2014.). Oke, kepo-kepo in singkong udah cukup, sekarang yang jadi pertanyaan yang udah sering ditanyakan, mengapa masakan Jawa identik dengan rasa manis?

Beginilah kurang lebih cerita yang saya sadur dari salah satu website: http://phinemo.com/alasan-orang-jawa-menyukai-makanan-manis/

Semua misteri tentang rasa manis pada masakan jawa terkuak saat saya tak sengaja membaca buku berjudul “Semerbak Bunga di Bandung Raya” karya Haryoto Kunto terbitan tahun 1986. Dalam buku tersebut diulas sedikit tentang mengapa sebagian besar olahan masakan asli Jawa didominasi rasa manis. Diceritakan, saat itu, satu tahun setelah perang Diponegoro pada 1931, Gubernur Jenderal Van der Bosch dililit masalah keuangan yang cukup pelik. Persediaan dana mereka menipis. Dirinya menerapkan sistem tanam paksa, dimana wilayah Jawa Barat diwajibkan untuk menanam kopi, sementara Jawa tengah diwajibkan untuk menanam tebu. Selama 9 tahun, 70% wilayah pertanian diubah menjadi ladang tebu. Hal tersebut menyebabkan bencana kelaparan di wilayah Jawa Tengah. Karena hanya tersedia tanaman tebu, akhirnya masyarakat terbiasa mengkonsumsi tebu untuk bertahan hidup. Semua olahan masakannya-pun akhirnya menggunakan air tebu, sehingga masyarakat di Jawa Tengah akrab dengan gula. Hal ini bertahan hingga zaman modern. Nah, ini dia, sayangnya penggunaan bahan pokok selain beras dan terigu dibarengi dengan penambahan pemanis yang menyebabkan indeks glikemik pada makanan pun meningkat, salah satu contohnya adalah gethuk (berikut referensi IG gethuk tinggi).

Sekian coret-coretan kurang ilmiah yang berawal dari spekulasi. Diketik oleh gadis manis (hahaha) masih turunan Jawa tapi lidahnya udah nggak Jawa dan nggak bisa ngomong Jawa (lagi belajar sama Mbah) karena udah dari jaman Mbah tinggal di daerah Sumatera. Semoga bermanfaat ^_^